Finally…

Februari 6, 2016

Posting pertama di tahun 2016…sudah tentu memberikan kabar baik dong…

akhirnya setelah jalan yang sangat panjang dan penuh dengan cerita, pada tanggal 28 januari 2016 saya berhasil mempertahankan tesis s2 saya dengan topik seputar deteksi emosi dari teks bahasa Indonesia.

Akhirnya dapet juga tuh gelar MT🙂


Finally…Proposal tesis baru lolos

Juni 25, 2015

Berawal dari pertanyaan sekaligus pernyataan prof Yoto pas seminar proposal teman “kamu jadinya kapan? besok aja jam 12 ya..”..akhirnya, jadi juga diseminarkan proposal yang aneh ini😛. Pada jam 10 tanggal 24 juni 2015 saya berdiri dihadapan 1 orang profesor dan 2 orang doktor untuk mempresentasikan proposal tesis.
Ada beberapa hal yang menarik dari proses presentasi tersebut. Pertama adalah mereka memperhatikan presentasi saya hahahahahaha…jadi pertanyaan – pertanyaan yang muncul karena presentasi saya. Jadi saya agak sedikit PD mengatakan saya berhasil membuat presentasi yang bisa menarik mereka untuk memperhatikan. Padahal ya emang seharusnya gitu kan, buat presentasi ya untuk menarik perhatian audience.
Berikutnya adalah saya tetap bego – bego kalo sudah presentasi. Masih sering saya menjawab “ia pak”, “kayaknya bisa..”, “kira – kira”…intinya banyak keraguan dan itu yang disorot sama pembimbing 2. “Anda itu masih ragu – ragu..tidak ada masalah sama model anda, cuma perlu dinyatakan dengan tegas aja”…ia pak, siappp..
Ada pelajaran yang sangat menarik dari pak Pranowo, pembimbing 2 saya kurang lebih seperti ini : Buat dulu tujuan besarnya. Ibarat organisasi itu seperti visi misi. Tujuan penelitian harus pasti. Nanti setelah penelitian jika tidak tercapai atau hanya mencapai tahap tertentu ya tidak masalah, yang terpenting sudah berusaha dan sudah benar langkah – langkahnya.
Yang menarik adalah hasil akhir dari presentasi seminar itu sendiri. Setelah menunggu beberapa waktu, saya dipanggil masuk lagi untuk mendengar hasil.. eng ing eng…hasilnya proposal anda diterima sepenuhnya. Lalu prof Yoto tanya “tau maksudnya?”, kembali kebodohan saya muncul “ndak tau pak”..artinya “silahkan lanjutkan penelitian”. Artinya proposal saya itu tanpa ada revisi..oh my GOD…hihihihihihi..idiot satu ini usil banget proposalnya e wkwkwkwkwkwkwk


Thesis on progress (Proposal on the way)

Mei 19, 2015

Maka dimulai lagi sesuatu yang katanya TESIS. Meskipun sebenarnya belum dimulai, soalnya belum juga ujian proposal. Kali ini adalah ujian proposal yang ketiga kalinya. Dua ujian pertama dilakukan di MKOM UGM, sedangkan yang akan dilakukan kali ini di MTF UAJY.

Ada yang menarik dari semua topik yang diangkat untuk menjadi bahan penelitian tesis. Semua topik yang diangkat selalu berhubungan dengan emosi. Tepatnya adalah deteksi emosi. Sebuah topik yang terdengar “aneh” dan “ngawur”. Cenderung tidak biasa bukan karena topik yang diangkat berat, tapi karena topik yang diangkat bukanlah topik yang biasa diangkat jadi topik penelitian di kampus.

Pertanyaan yang umumnya ditanyakan orang ketika pertama kali mendengar topik yang saya angkat adalah “ngapain toh deteksi emosi dari tekslah, dari lagu-lah..”. Cuma bisa terenyum dan mengatakan “itu menarik..dan itu keren plus menyenangkan”. Hal yang luar biasa karena seseorang yang dikenal sebagai “gunung es” karena tanpa perasaan dan tidak ekspresif justru mengambil tema penelitian tentang emosi.

Tulisan ini bukan mau memperlihatkan rujukan tentang mengapa mengambil penelitian tentang emosi. Rujukan yang dapat dijadikan landasan sudah sangat banyak dan dengan kualitas Q1. Tulisan ini justru memberi sudut pandang yang lain. Kenapa seorang “neerd” yang sangat susah mengekspresikan perasaannya sampai dibilang kulkas dan gunung es justru memilih topik penelitian tentang emosi. Justru itu tantangan utamanya. Memilih topik yang benar – benar bertolak belakang dengan kepribadian. Mungkin supaya orang yang dingin ini bisa memiliki sedikit kebebasan dalam mengekspresikan perasaannya. Mungkin juga dasarnya suka melakukan sesuatu yang luar biasa. Maksudnya bukan hal yang hebat, cuma sesuatu yang tidak biasa aja..

Semangat untuk proposal yang akan diseminarkan dalam waktu dekat..wkwkwkwkwk…live the emotion😛


Tengok belakang…sebuah review tahun 2014 (part 1)

Desember 30, 2014

Mendekati pergantian tahun, dari tahun 2014 menuju 2015. Sesuatu yang sangat jarang (tidak pernah) saya lakukan, melihat kembali apa yang sudah saya lakukan selama 1 tahun. Yaaa, segala sesuatunya selalu ada saat pertama kali kita lakukan. Begitu juga dengan review 1 tahunan. Dimulai dari tahun 2013 menuju ke 2014, saya membuat sebuah ilustrasi yang menggambarkan revolusi yang mau saya lakukan dalam tahun 2014. O ia, revolusi adalah kata yang saya gunakan, bukan  resolusi. Revolusi adalah kata yang tepat karena saya berniat melakukan perubahan drastis dalam hidup saya pada tahun 2014. Kata revolusi bukan juga ikut – ikutan pak presiden Jokowi, tapi sudah saya gunakan sejak desember 2013.

Revolusi, yaa…revolusi dalam diri pribadi. Awalnya saya sudah mempunyai rencana apa yang harus diselesaikan dalam tahun 2014. Ternyata revolusi yang saya rencanakan menjadi sebuah revolusi yang benar – benar membalikan kehidupan saya. Revolusi itu benar – benar terjadi dalam pribadi dan diri saya. Pendapat orang akan mengatakan itu semua terlambat. Masa di usia yang 32 tahun in baru ngerti itu semua. Mungkin saja benar itu pendapat, tapi apa yang baru – baru ini saya rasakan, bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya, sejak saya dilahirkan, terjadi karena sesuatu maksud tertentu dan selalu terjadi pada waktu yang tepat. Itu semua terjadi hanya karena kasih dan cinta DIA yang menciptakan saya. Hahae, jadi sedikit kayak bapak  pendeta/romo deh..Tapi itulah yang saya rasakan, segala sesuatu kehilangan, kedukaan, kepemilikan di dunia ini hanyalah sementara. Pada akhirnya akan hilang semua. Bukan bearti jadi tidak mau memiliki atau jadi malas berusaha, justru sebaliknya. Semakin berani dan mau berusaha mengerjakan sesuatu dengan sepenuhnya karena tidak ada lagi rasa takut gagal. Itu revolusi utama yang terjadi dalam diri saya.

Oke, kembali ke topik utama. Tahun ini saya mengakhiri apa yang saya mulai 2010. Mungkin sebagian orang merasa susah untuk masuk ke situ, tapi saya berhasil masuk. Hanya saja begitu masuk saya merasa tempat saya bukan disitu. Karena saya seorang melankolik plus introvert dan agak perfectsionis, mungkin itu penyebab saya merasa bukan disitu tempat saya. Selama 4 tahun itu saya jalani dengan (serius ?) serius. Mungkin yang hilang adalah passion, sebuah passion yang sangat tinggi pada masa pra-program dan hilang berlahan – lahan setelah saya menjalani program itu. Alhasil ketika rekan – rekan saya menyelesaikan program, saya hanya membantu mereka dan saya tidak mengurus program saya. Pola masih tetap sama, topik – topik yang saya sukai pasti selalu dapat A dan yang saya tidak sukai ya sukur sukur dapat B😛. Damnn…two times final research topic proposal…face to face on 6 examiner with Ph.D…hahahaha, what a story..but, just like 2004 when i decided to leave the best place, i did it again. I got a chance then i left the program. I finish the research, i publish one or two paper, accepted in international conference and journal😛 but i didn’t finish the report. I just losing the “why” i need to finish with the degree. So i left it, yeah..i know, just an another craziest part of my action..i’m just a man with a boy soul in it.

Haha..memakai alasan klasik “broken heart”, saya memulai sesuatu yang baru. Sebuah awal yang baru. Benar juga kata orang untuk memulai sesuatu yang benar – benar baru maka kita perlu untuk melepaskan semua beban masa lalu, kata kasarnya menghasurkan semua bangunan lama baru membangun ulang bangunan baru. So, lets the game begin. Sekarang saya sudah di tempat baru dengan program yang baru. Program yang singkat dan padat. Baru bagian pertama dari 3 bagian aja sudah membuat dua atau tiga makalah. I like this pace, I like this routines. Keep me busy, think and think, keep learning, reading a lot of books and papers. Memulai sesuatu yang saya sebut grup research. Mulai berkomunikasi dengan doctor dan propesor soal riset. Hahahaha, gayanya pool deh saya. Mungkin bagi beberapa orang akan menjadi seperti beban, tapi saya menjalani 4 bulan terakhir ini dengan begitu banyak kegembiraan dan kesenangan. Selalu tertawa dan tersenyum. Apapun hasil semester ini, saya tetap bersyukur. Itu akan membuat tahun depan akan menjadi lebih menarik lagi karena harus selesai program ini. Menantang dan menarik apa yang akan terjadi di tahun depan.

Melihat kebelakang bagi saya sekarang sudah bukan lagi melihat apa yang hilang dan menyesalinya, tetapi melihat kebelakang sekarang itu untuk semakin menyadari begitu banyak yang sudah didapatkan. Melihat apa yang sudah dilakukan dan dikorbankan untuk berada dalam posisi sekarang. Melihat kebelakang untuk mengingat betapa kuatnya saya sehingga sudah sejauh ini saya melangkah. Yaa..saya rasa saya sudah melakukan revolusi itu, revolusi yang saya rencanakan hanya sedikit ternyata jauh lebih radikal dan lebih besar yang saya lakukan. Seperti yang sudah saya bilang tadi, semuanya terjadi tepat pada waktunya. Karena DIA tidak pernah terlambat, saya saja yang sering terlambat menyadari bahwa semuanya baik – baik saja.

That’s all about review 2014 part 1. Bagian tentang pekerjaan dan rutinitas, part 2 akan berbicara tentang hati..hahae, hati seorang saya.


Christmas eve 2014..

Desember 27, 2014

Malam natal, 24 desember 2014, jam 11.58…ditemani alunan musik angel we have heard on high yang dibawakan oleh piano guys, saya menulis ini…

Malam natal kesekian kalinya di jogja, sendiri, jauh dari keluarga di kupang…Bukan perasaan sedih, tapi perasaan terberkati…merasa terberkati bisa merayakan natal seperti ini. Sejak setahun lalu saya selalu berkata, natal itu dihati…bukan kebersamaan dengan orang yang kita cintai, perayaan – perayaan seremonial yang membuat kita damai pada saat natal. Damai itu ketika kita berdamai dengan hati kita sendiri. Damai itu ketika kita menerima dengan lapang dan iklas semua yang diberikan oleh DIA. Damai itu kita yang memutuskan untuk merasa damai.

Malam natal ini menjadi begitu damai, begitu menenangkan, begitu membuat gembira. Perayaan misa yang luar biasa, dengan koor yang diiringi musik orcestra. Berasa mendengar nyanyian malaikat, membuat bulu bergidik dan mengangkat hati tuk dipersembahkan kepada bayi kecil itu. Kedamaian hati, yang membuat dunia ini begitu indah…begitu menyenangkan…Terima kasih BAPA, semua yang KAU berikan karena saya berusaha hanya berserah dan berharap kepadaMU dan hanya kepadaMU. Masih jauh dari penyerahan total, tapi aku berusaha ya BAPA..

Semoga damai natal terus dan terus merasuki hati kita, agar dunia ini menjadi dunia yang lebih baik dan lebih baik lagi. Damai natal untuk kita semua..

Nb: kotbah romo tadi adalah natal itu perayaan cinta ALLAH kepada saya…kayaknya romonya tau saya sedang jatuh cinta neh. Harapan natal adalah smoga bisa natalan lagi tahun depan, dan sudah bersama dia ^_^


Just review…

Desember 20, 2014

Melihat kebelakang itu tidak selamanya tidak baik…Melihat kebelakang itu adalah untuk melihat sudah seberapa jauh kita melangkah..sudah seberapa banyak waktu dan pengorbanan yang kita berikan untuk kita berada pada posisi sekarang…dalam bahasa penelitian itu yang disebut re-view…melihat kembali.

Hari jumat tanggal 19 desember kemarin merupakan hari terakhir kuliah di semester 1.sssttt…jangan tanya semester 1, tau sendiri kan, julius bata…:P. Kuliah yang melelahkan ini berakhir juga, diakhiri dengan 1 minggu ujian akhir semester. Dimulai bulan september..berjalan selama 4 bulan..setiap hari dihabiskan di lab..banyak belajar, banyak sekali belajar dari rekan – rekan muda saya. Ya, rekan muda karena saya menjadi paling tua dari mereka semua, saya jadi banyak sekali belajar. Bukan belajar tentang ilmu komputernya, tapi belajar tentang hidup…tentang mau jadi apa, tentang tujuan hidup. Mereka – mereka itulah yang sadar atau tidak, langsung dan ridak langsung, telah mengajari saya tentang hidup. Hidup adalah kegembiraan, dengan kegembiraan dunia ini menjadi dunia yang diciptakan oleh BOS BESAR di SURGA.

Hal menarik lainnya yang terjadi dalam 4 bulan ini adalah hati saya bisa bergetar lagi…sama seperti yang terjadi 10 tahun lalu..hati ini bergetar ketika melihat dia. Sejak pertama kali lihat di attitude building…selalu berhasi membuat saya melihat dunia ini semakin indah dan menggembirakan. Melihat dia, itulah yang membuat saya melewati 1 semester ini dengan baik.

Siapa dia…hahaha…saya sendiri sampai sekarang tidak tau siapa namanya, punya cowok atau tidak??atau jangan – jangan sudah menikah??? Mungkin akan dibilang gaya, munafik, tapi sungguh saya selalu percaya cinta, jatuh cinta itu pure, murni, tanpa ada rasa mau memiliki..itu iklas..jadi tidak ada rasa sakit atau galau – galauan hihihihi. Tapi jika bisa bersama maka itu berarti kehendak BOS diatas. Jika bisa bersama akan membuat saya menjadi orang yang lebih baik lagi maka BOS besar pasti akan kasih ijin. Saya hanya perlu berusaha.

Itulah review dari 4 bulan ini..Sudah mau tahun 2015, dan masuk semester 2. Semester 2 bakalan usahakan topik metopen yang bakalan jadi proposal thesis. Tetap ngumpul sama 2 idiot itu karena kami 3 idiot..tetap berusaha membantu siapa saja yang membutuhkan pencerahan..Sekalian si wajah serius manis itu akan saya urusin…kenalan dulu yang penting, tau namanya dulu hehehehehe….ya, bukan dia yang buat saya semangat, tapi saya sendiri yang memilih dia untuk jadi sebab kenapa saya perlu ke kampus…semangattttt semut

tetap dalam perdjoeangan!!!


New life new hope

November 17, 2014

The Gospel offers forgiveness for the past, new life for the present, and hope for the future.
John Sentamu

Tulisan ini saya buka dengan kutipan diatas. Kutipan tersebut saya artikan sendiri sebagai memaafkan diri kita sendiri atas apa yang sudah kita lakukan, memberi kesempatan kepada diri sendiri pada saat sekarang untuk membuat masa depan yang lebih baik alias harapan.
Kenapa saya menulis tentang hidup baru?bukan karena saya menikah..:P masih jauh kale… tapi lebih karena perubahan besar yang terjadi karena keputusan yang saya buat pertengahan tahun ini. Saya percaya untuk membuat sesuatu yang benar – benar baru maka yang lama harus ditinggalkan. Berdasarkan itu saya membuat keputusan yang mungkin menurut orang lain sebuah keputusan yang bodoh dan sangat merugikan. Saya memutuskan untuk meninggalkan apa yang saya sudah kerjakan selama 4 tahun untuk memulainya dari awal lagi. Sejarah terulang kembali, dan saya percaya ini adalah kawah candradimuka untuk saya🙂.
Kehidupan baru bersama orang – orang baru yang saya anggap seperti saudara, dan itu menyebabkan saya merasa dirumah sendiri. Hal yang membuat saya betah dari jam 9 pagi sampai 9 malam berada di lingkungan tersebut. Hal yang membuat saya merasa mau bekerja dengan anak – anak muda itu.
Tahun 2013 telah mengajarkan kepada saya siapa saya sebenarnya, terbuat dari apa saya ini dan seperti apa hati dan jiwa saya. Saya belajar bahwa BAPA di surga tidak pernah salah ketika menciptakan saya di keluarga ini..Keluarga yang sangat mendukung saya. Karena hal itu semua saya semakin kuat untuk melakukan hal yang saya bisa kepada orang lain. Tujuan cuma satu…membalas semua kasih dan cinta yang saya telah dapatkan dari BAPA di surga..dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk anak – anak saya kelak.
Sempat hilang itu niat tapi ketika saya kembali menemukannya, saya percaya BELIAU diatas memberikan pendukung – pendukung yang secara sadar atau tidak justru semakin menguatkan tekad saya. Jadi, inilah saya..dengan hidup baru, harapan baru dengan pembelajaran dari masa lalu..
Tetap dalam perdjoeangan..!!!!
Bapa Tua #bocahTuaNakal