Tengok belakang…sebuah review tahun 2014 (part 1)

Mendekati pergantian tahun, dari tahun 2014 menuju 2015. Sesuatu yang sangat jarang (tidak pernah) saya lakukan, melihat kembali apa yang sudah saya lakukan selama 1 tahun. Yaaa, segala sesuatunya selalu ada saat pertama kali kita lakukan. Begitu juga dengan review 1 tahunan. Dimulai dari tahun 2013 menuju ke 2014, saya membuat sebuah ilustrasi yang menggambarkan revolusi yang mau saya lakukan dalam tahun 2014. O ia, revolusi adalah kata yang saya gunakan, bukan  resolusi. Revolusi adalah kata yang tepat karena saya berniat melakukan perubahan drastis dalam hidup saya pada tahun 2014. Kata revolusi bukan juga ikut – ikutan pak presiden Jokowi, tapi sudah saya gunakan sejak desember 2013.

Revolusi, yaa…revolusi dalam diri pribadi. Awalnya saya sudah mempunyai rencana apa yang harus diselesaikan dalam tahun 2014. Ternyata revolusi yang saya rencanakan menjadi sebuah revolusi yang benar – benar membalikan kehidupan saya. Revolusi itu benar – benar terjadi dalam pribadi dan diri saya. Pendapat orang akan mengatakan itu semua terlambat. Masa di usia yang 32 tahun in baru ngerti itu semua. Mungkin saja benar itu pendapat, tapi apa yang baru – baru ini saya rasakan, bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya, sejak saya dilahirkan, terjadi karena sesuatu maksud tertentu dan selalu terjadi pada waktu yang tepat. Itu semua terjadi hanya karena kasih dan cinta DIA yang menciptakan saya. Hahae, jadi sedikit kayak bapak  pendeta/romo deh..Tapi itulah yang saya rasakan, segala sesuatu kehilangan, kedukaan, kepemilikan di dunia ini hanyalah sementara. Pada akhirnya akan hilang semua. Bukan bearti jadi tidak mau memiliki atau jadi malas berusaha, justru sebaliknya. Semakin berani dan mau berusaha mengerjakan sesuatu dengan sepenuhnya karena tidak ada lagi rasa takut gagal. Itu revolusi utama yang terjadi dalam diri saya.

Oke, kembali ke topik utama. Tahun ini saya mengakhiri apa yang saya mulai 2010. Mungkin sebagian orang merasa susah untuk masuk ke situ, tapi saya berhasil masuk. Hanya saja begitu masuk saya merasa tempat saya bukan disitu. Karena saya seorang melankolik plus introvert dan agak perfectsionis, mungkin itu penyebab saya merasa bukan disitu tempat saya. Selama 4 tahun itu saya jalani dengan (serius ?) serius. Mungkin yang hilang adalah passion, sebuah passion yang sangat tinggi pada masa pra-program dan hilang berlahan – lahan setelah saya menjalani program itu. Alhasil ketika rekan – rekan saya menyelesaikan program, saya hanya membantu mereka dan saya tidak mengurus program saya. Pola masih tetap sama, topik – topik yang saya sukai pasti selalu dapat A dan yang saya tidak sukai ya sukur sukur dapat B😛. Damnn…two times final research topic proposal…face to face on 6 examiner with Ph.D…hahahaha, what a story..but, just like 2004 when i decided to leave the best place, i did it again. I got a chance then i left the program. I finish the research, i publish one or two paper, accepted in international conference and journal😛 but i didn’t finish the report. I just losing the “why” i need to finish with the degree. So i left it, yeah..i know, just an another craziest part of my action..i’m just a man with a boy soul in it.

Haha..memakai alasan klasik “broken heart”, saya memulai sesuatu yang baru. Sebuah awal yang baru. Benar juga kata orang untuk memulai sesuatu yang benar – benar baru maka kita perlu untuk melepaskan semua beban masa lalu, kata kasarnya menghasurkan semua bangunan lama baru membangun ulang bangunan baru. So, lets the game begin. Sekarang saya sudah di tempat baru dengan program yang baru. Program yang singkat dan padat. Baru bagian pertama dari 3 bagian aja sudah membuat dua atau tiga makalah. I like this pace, I like this routines. Keep me busy, think and think, keep learning, reading a lot of books and papers. Memulai sesuatu yang saya sebut grup research. Mulai berkomunikasi dengan doctor dan propesor soal riset. Hahahaha, gayanya pool deh saya. Mungkin bagi beberapa orang akan menjadi seperti beban, tapi saya menjalani 4 bulan terakhir ini dengan begitu banyak kegembiraan dan kesenangan. Selalu tertawa dan tersenyum. Apapun hasil semester ini, saya tetap bersyukur. Itu akan membuat tahun depan akan menjadi lebih menarik lagi karena harus selesai program ini. Menantang dan menarik apa yang akan terjadi di tahun depan.

Melihat kebelakang bagi saya sekarang sudah bukan lagi melihat apa yang hilang dan menyesalinya, tetapi melihat kebelakang sekarang itu untuk semakin menyadari begitu banyak yang sudah didapatkan. Melihat apa yang sudah dilakukan dan dikorbankan untuk berada dalam posisi sekarang. Melihat kebelakang untuk mengingat betapa kuatnya saya sehingga sudah sejauh ini saya melangkah. Yaa..saya rasa saya sudah melakukan revolusi itu, revolusi yang saya rencanakan hanya sedikit ternyata jauh lebih radikal dan lebih besar yang saya lakukan. Seperti yang sudah saya bilang tadi, semuanya terjadi tepat pada waktunya. Karena DIA tidak pernah terlambat, saya saja yang sering terlambat menyadari bahwa semuanya baik – baik saja.

That’s all about review 2014 part 1. Bagian tentang pekerjaan dan rutinitas, part 2 akan berbicara tentang hati..hahae, hati seorang saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: