Love…

Tulisan ini saya buat setelah saya nonton katakita di kompas tv tadi..Temanya seputar kawula muda dan khususnya soal hubungan. Beberapa tamu diundang untuk berbagagi cerita, namanya aja acara talk show🙂

Ada satu kalimat yang diungkapkan oleh pembicara yang saya tangkap dengan sungguh – sungguh. Munkin karena kalimat tersebut sesuai dengan apa yang saya alami. Kalimat itu adalah “if u love some one, just love her or she. jadi cinta itu bukan soal memiliki..kalo mau miliki ya di nikahi”. Saya bukan mau mengatakan kalo cinta ya sudah tidak usah dinikahi, atau sebaliknya kalo nikah tidak perlu cinta.

Saya lebih melihatnya begini, ketika kita mengakhiri sebuah hubungan (pacaran) kita cenderung mengatakan kita tidak cinta lagi. Bahkan kalo latar belakang perpisahan itu sedikit ektrim, misalnya selingkuh maka kita cenderung mengatakan kita membenci mantan kita. Saya mau mengatakan ketika kita mencintai dia, kita tidak pernah memberi syarat kamu jangan selingkuh, kamu harus nikah dengan saya, atau kamu harus begini dan begitu. Cinta itu tanpa syarat, dan kita tidak tau kenapa kita bisa jatuh cinta dan mencintai orang tersebut. Mungkin kalo rasa sayang bisa kita jelaskan kenapa kita sayang. Karena dia baik, karena dia pintar dsb. Tapi kalo cinta itu muncul langsung dari hari dan saya percaya Tuhan sendirilah yang menaruh cinta tersebut.

Perasaan cinta kepada seseorang itu tidak bisa hilang menurut saya. Rasa itu hanya teralihkan, menjadi bentuk sayang yang berbeda. Kalo benar – benar tulus ketika mencintai maka ketika suatu hubungan berakhir maka hubungan tersebut akan berganti menjadi hubungan yang jauh lebih tinggi tingkatannya. Rasa sayang sebagai kekasih bisa berubah menjadi rasa sayang kepada saudara. Mungkin itu berasa sebuah teori dan basi, tapi jika kita benar – benar mencintai seseorang maka itu lah yang kita akan rasakan. Biasanya yang berakhir dengan buruk itu karena kita mencintai dengan rasa harus memiliki yang sangat besar, itu membuat cinta kita menjadi tidak tulus lagi.

Jadi kalo mencintai seseorang, ya cintailah dia dengan tulus. Kita tidak bisa menentukan kita akan jatuh cinta dengan siapa, yang bisa kita tentukan adalah siapa yang akan kita nikahi dan jadikan pasangan hidup kita.

Satu lagi, sesuai kata mother teresa..jika kita mencintai hingga terluka, maka selanjutnya tidak ada lagi tempat untuk terluka yang ada hanya rasa mencintai yang semakin besar….untuk mencapai itu semua yang diperlukan adalah rasa cinta yang tulus..

Salam cinta..

mr. Jenggot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: