Resolusi..???bukan, ini Revolusi !!!!

Tidak terasa sekarang sudah tahun 2014. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, pada malam pergantian tahun 2013 ke 2014 saya menghabiskan waktu dengan sendiri di kamar kos. Selain karena teman – teman dekat pulang kampung, saya secara pribadi juga memang mau menyediakan waktu untuk merenungi dan “meratapi” tahun – tahun yang sudah berlalu khususnya tahun 2013.
Merenung dan berpikir tentang apa yang sudah lewat bukanlah kebiasaan saya, apalagi sampai buat resolusi. Resolusi merupakan sesuatu yang biasa dicanangkan atau dibuat oleh sebagian orang ketika memasuki tahun yang baru. Resolusi sendiri dapat dimaknai sebagai sebuah janji kepada diri sendiri untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih baik dan memulainya sejak hari pertama di tahun yang baru (wikipedia). Sebagai contoh sederhana bagi seorang perokok yang menghabiskan 1 bungkus rokok setiap hari, ada 2 kemungkinan resolusi di tahun yang baru. Pertama adalah mengurangi jumlah rokok yang dihabiskan dalam sehari, misalnya cuma merokok 1 batang rokok sehari. Kemungkinan kedua adalah menambah jumlah rokok yang dihabiskan dalam sehari. Kenapa begitu? menurut saya, bagi seorang perokok bisa saja menganggap menambah jumlah rokok yang dihisap merupakan sesuatu yang baik, jadi sah – sah saja kalo resolusinya adalah menambah jumlah rokok. Paling penting adalah menentukan apa yang lebih baik bagi diri anda.
Tujuan utama dari membuat resolusi adalah menjadi sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Menjadi penting untuk mengetahui apa yang baik dan penting bagi diri kita masing – masing. Sesuatu yang baik untuk orang lain belum tentu baik untuk diri kita. Pribadi kita masing – masinglah yang paling mengetahui apa kelemahan dan kekurangan kita yang perlu kita perbaiki. Oleh karena itu, awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk merenungi dan melihat diri kita sendiri. Hal itulah yang saya coba lakukan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melakukannya pada malam tahun baru 2013 ke 2014.
Usia saya sekarang 31 tahun, kenapa di tahun 2014 ini baru saya melakukan hal tersebut?merenung dan membuat resolusi?Saya selalu percaya bahwa Tuhan tidak pernah terlalu cepat atau terlambat dalam memberikan rahmat kepada umatnya. Tuhan selalu tepat waktu, berdasarkan itu saya dapat mengatakan bahwa memang pada tahun inilah saya perlu untuk merenung dan membuat resolusi. Tahun 2013 banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Pada tahun tersebut, 2013, seluruh hidup saya selama 31 tahun seperti dirangkum dan ditampilkan kembali. Seperti abstrak sebanyak 300 kata pada sebuah penelitian. Sebuah abstrak penelitian dapat menggambarkan seluruh penelitian yang dilakukan bertahun – tahun. Seperti itulah saya melihat tahun 2013 yang merupakan “abstrak” dari 31 tahun kehidupan saya.
Resolusi biasanya ditulis, seperti kata Mario Teguh, kita perlu menuliskan apa keinginan dan mimpi kita. Selain itu mimpi dan doa tersebut harus jelas. Jadi jangan hanya mimpi mau kaya, tapi harus jelas kaya itu didefenisikan secara jelas misalnya saya mau punya uang 10 juta dalam 3 bulan. Sebuah contoh dari kekuatan resolusi dan mimpi yang didefenisikan dengan jelas adalah Merry Riana dengan mimpi 1 juta dolar. Pada usia 20 tahun beliau membuat 1 resolusi yaitu mencapai kemerdekaan financial pada usia 30 tahun, beliau menetapkan tujuannya yaitu memiliki 1 juta dolar. Hasilnya adalah pada usia 26 tahun beliau sudah memiliki 1 juta dolar dan berhasil melunasi hutang pendidikannya. Maksud dari saya menuliskan pengalaman Merry Riana adalah kita, saya, harus jelas dalam menentukan tujuan, supaya jelas juga dengan langkah – langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Perenungan saya pada malam tahun baru 2014 ternyata membawa saya kepada suatu keputusan. Saya bukan hanya membutuhkan suatu resolusi tapi yang saya butuhkan lebih dari itu. Saya membutuhkan sebuah Revolusi dalam hidup saya. Seperti Republik tercinta ini, Republik Indonesia, yang selama 32 tahun terbuai dalam orde baru maka saya juga membutuhkan sebuah revolusi. Revolusi dapat diartikan sebagai perubahan secara radikal yang dilakukan dalam waktu yang singkat. Ya, saya perlu merubah hidup saya secara cepat dan radikal. Saya perlu mengalahkan diri saya yang sudah sangat nyaman berada dalam “zona nyaman” yang sebenarnya semu. Saya harus melawan kemapanan yang saya ciptakan dalam pikiran saya sendiri. Saya harus berevolusi.

Kebanyakan orang menulis resolusinya pada tahun yang baru. Berbeda dengan itu, karena yang saya butuhkan bukan hanya sekedar resolusi tetapi sebuah revolusi maka saya memvisualisasikan apa yang menjadi tujuan revolusi saya. Saya membuat sebuah gambar yang menjadi doa dan harapan saya dalam revolusi saya ini. Ini sebuah revolusi bung, bukan hanya resolusi.

semangat -julius bata-

revolution

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: