Mobile Agent dan Cloning

Mobile agents adalah agent yang memiliki kemampuan untuk memindahkan dirinya, program dan state yang dimilikinya ke komputer lain dalam suatu jaringan serta melakukan eksekusi proses pada komputer yang disinggahinya (woolridge, 2002).
Mobile agents adalah suatu program komputer yang dikirim dari server ke client atau sebaliknya. Mobile agents dapat berpindah – pindah dalam jaringan sesuai dengan logika(reasonning) dan kondisi yang dimilikinya untuk melakukan sejumlah tugas pada setiap komputer yang disinggahi dalam rangka mencapai goal dari agent tersebut (Satoh, 2003).
Ide dasar mobile agent adalah untuk menggantikan peran dari remote procedure call yang digunakan dalam proses dalam jaringan. Sebuah proses A mengirim sebuah program yang merupakan mobile agent kepada proses b. Agent akan berinteraksi dengan proses B, setelah selesai melakukan komputasi, agen kembali ke proses A dengan membawa hasil sesuai dengan permintaan dari proses yang mengirimnya yaitu proses A.
Mobile agent memiliki 3 bagian utama yaitu kode program, data state dan execution state (bouchemal dan maamri).
Isu seputar mobile agent :
Serialization :
bagaimana model dari agent agar dapat bergerak dalam jaringan?
Hosting and remote execution :
Bagaimana agent melakukan eksekusi (komputasi) ketika agent berada di komputer tujuan? ex : jika sistem operasi pada komputer tujuan berbeda dengan komputer asal.
Security :
Keberadaan agent di komputer tujuan dapat menyebabkan masalah pada komputer tujuan tersebut. Ex: agen mengakses memory ( ram) komputer tujuan secara langsung atau mengakses data yang “sensitif”
Cloning agent
Cloning merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh mobile agent. Kemampuan untuk menggandakan dirinya. Cloning dapat meningkatkan efisiensi, meminimalkan kegagalan proses dan meningkatkan ketahanan sistem (robustness)(godfry dan nair, 2011).
Implementasi :
Proteksi dan keamanan agent (bouchemal dan nair)
Cloning digunakan untuk melakukan pengecekan tingkat “keamanan” dari komputer tujuan. Sebelum suatu agen berpindah ke komputer lain, agen tersebut membuat cloning dirinya dan mengirim cloning tersebut ke komputer tujuan. Cloning agen menuju ke komputer tujuan, melakukan proses, kembali ke komputer asal. Agent akan melakukan pengecekan terhadap cloningnya tersebut. Jika tidak terlalu berbahaya, agent melakukan adaptasi dan menuju ke komputer tujuan, jika sangat berbahaya maka agent tidak akan ke komputer tersebut.
Kelebihan beban yang tejadi pada agen (shehory et.al)
Ketika agent dalam suatu sistem multi agent mengalami kelebihan beban proses maka agen tersebut dapat memberikan proses tersebut ke agen lainnya. Proses ini dapat dilakukan dengan melakukan proses cloning agen tersebut pada komputer lainnya. Setelah kloning selesai dibuat, selanjutnya proses yang membebani agent tersebut dapat di berikan kepada kloning dari agent tersebut.

Ref :
[1] Satoh, 2003, Building Reusable Mobile Agents for Network Management, IEEE
[2] Wooldridge, M., 2002, An Introduction To MultiAgent Systems, John Wiley and Sons Ltd, Inggris
[3] Bouchemal, N. Dan Maamri,R., Mobile agent protection with adaptability and cloning.
[4] Godfry,W.W., dan nair, S.B., 2011, A Mobile Agent Cloning Controller for Servicing Networked Robots, International  Conference on Future Information Technology IPCSIT vol.13, IACSIT Press, Singapore
[5] Shehory,o., sycara, K., chalasani, p., jha, S., agent cloning : an approach to agent mobility and resource alocation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: