Taree Zameen Par

Taree Zamen Par, film ini pertama kali saya tonton di arena NTT expo 2011. Kebetulan stan Lentera Alam memutar film ini pada hari terakhir pelaksanaan expo. O ia, sekedar untuk informasi aja lentera alam adalah sebuah rumah belajar yang memfokuskan diri pada anak khususnya anak usia dini dan pemberdayaan perempuan.

Kembali ke soal film Taree Zamenn Par, film ini intinya berkisah tentang seorang anak penderita disleksia. Film ini banyak bercerita tentang anak bernama Ishaan Nandkishore Awasthi yang menderita disleksia. Ishaan mengalami disleksia, sehingga dalam proses belajar di sekolah ia mengalami kesulitan. Hal ini menyebabkan ia sering dihukum gurunya, bahkan parahnya ia gagal ketika kelas 3. Berbanding terbalik dengan kakaknya yang selalu mendapat peringkat atas disekolah. Dibalik semua itu Ihsan memiliki bakat dalam melukis. Ihsan senang dan pandai menggambar. Ayah dan Ibu Ihsaan yang tidak mengerti dengan keadaan Ihsaan justru berpendapat Ihsan adalah anak yang nakal dan tidak bisa diatur. Keadaan ini mencapai puncaknya ketika Ayah Ihsaan memutuskan untuk memasukkan Ihsan ke sekolah berasrama. Salah satu moment yang sangat mengharukan ketika Ihsan dengan terisak – isak memohonl kepada Ayah dan Ibunya agar ia tidak dimasukkan ke sekolah berasrama (siap – siap bagi yang hatinya melankolis, inilah kesempatan anda menitikan air mata). Akhirnya Ihsan masuk ke sekolah berasrama. Masuk ke sekolah berasrama merupakan titik balik dari kehidupan Ihsaan. Disekolah ini ia bertemu dengan Guru Seni bernama Ram Shankar Nikumbh yang diperankan dengan keren oleh Amir Khan. Selanjutnya silahkan ditonton sendiri karena saya tidak mau merusak kenikmatan dari menonton film ini secara langsung. Anda akan terbawa dalam suasana yang mengharukan, terlebih lagi jika anda adalah orang tua atau guru dari anak – anak yang berkebutuhan khusus..

Pendapat Pribadi

Secara pribadi saya sangat menyukai film ini. Mungkin karena pribadi saya yang agak lebay ketika ada film – film yang bercerita tentang nilai – nilai sosial. Ada beberapa nilai yang saya ambil dari film ini.

Pertama : Orang tua dan guru, khusunya yang memiliki atau menangani anak – anak yang berkebutuhan khusus, harus berpikiran terbuka dan harus mensyukuri anak – anak yang mereka punya. Anak – anak merupakan berkat langsung yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada orang tua. Seperti apapun keadaan anak, pasti ada maksud dibalik itu semua. Bagi para guru diperlukan sikap dan perilaku sebagai seorang pendidik, bukan sebagai penguasa apalagi diktator. Murid – murid yang dititipkan kepada anda merupakan berkat khusus bagi anda. Keberhasilan anda ditentukan dari akan menjadi seperti apa murid – murid anda kelak. Dunia akan melihat anda dari “wajah – wajah” murid anda kelak.

Kedua : Setiap anak (begitu juga setiap manusia) ketika dilahirkan kedunia ini dilengkapi dengan kemampuan dan bakat yang unik. Bakat – bakat ini nantinya akan merubah dunia dengan caranya masing – masing. Oleh karenanya kita patut menghormati dan menghargai setiap manusia apapun dan bagaimanapun pekerjaannya(asalkan itu tidak bertentangan dengan nilai – nilai kemanusiaan dan norma – norma yang ada). Kembali kepada anak, biarkanlah anak menetukan sendiri masa depannya, dengan kata lain biarkanlah anak menentukan cita – citanya sendiri. Sebagai orang tua, merupakan tanggung jawab untuk membimbing dan mendukung cita – cita dari anak.

Ketiga : Sikap positif, baik itu pikiran dan perkataan serta perbuatan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan anak, bahkan untuk orang dewasa, untuk mencapai kesuksesan. Saya pernah membaca buku yang menganjurkan untuk selalu menuliskan pujian dan kata – kata positif kepada diri kita sendiri ketika kita berhasil melakukan pekerjaan – pekerjaan yang baik. Tidak perlu yang kompleks, pekerjaan – pekerjaan sederhana yang kita lakukan yang diluar kebiasaan kita,contohnya : jika tidak pernah naik bis cobalah naik bis kota dan berilah pujian kepada diri kita karena telah berhasil naik bis kota. Status FB dari teman saya berbunyi “Bukan kegagalan yang membuat kita takut, tapi ketakutanlah yang membuat kita gagal”. Sikap positif sangat efektif untuk melawan rasa takut kita, so think positive in our short time of life.

Keempat : Banyak orang – orang suskses yang pada awalnya tampak bodoh, tidak berguna dan lain – lain. Tetapi mereka memiliki suatu kesamaan yaitu hati yang teguh dan selalu berpkir positif.

Kelima : yang terakhir ini lebih tepatnya saya mengatakan sebagai perasaan saya sendiri karena menonton film ini. Film ini menceritakan tentang seorang anak dan guru yang berbakat dalam menggambar. Sudah lama saya tidak menggambar, hobi dan mungkin bakat yang sudah lama tidak saya latih lagi. Film ini membuat saya menemukan kembali keasikan ketika menggambar. Ada suatu jargon mengatakan “satu gambar mewakili ribuan kata”. Kayaknya saya bakalan menggambar lagi, bukan kayaknya, tetapi saya harus menggambar lagi.

Itulah beberapa hal yang bisa saya bagi seletah menonton film Taree Zamen Par, salah satu dari 3 film india yang saya tonton berulang – ulang tetapi selalu saya merasakan hal yang sama seperti ketika pertama kali menontonnya.

MERDEKA!!!!

Julius Bata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: