Pengantar Agent

Agent merupakan suatu paradigma yang relatif baru(dan lama) dalam dunia kecerdasan buatan. Konsep agent dapat diartikan sebagai suatu program/sistem yang dapat bertindak secara otonom berdasarkan keadaan lingkungannya. Menurut Russel dan Norvig(Russel dan Norvig, 2003) mendefinisikan agent sebagai sesuatu yang menerima input dari lingkungan tempat dia berada melalui sensors dan melakukan aksi terhadap input yang diterima melalui actuators. Dari defenisi ini maka suatu agent memiliki 3 komponen utama yaitu sensors, reasoner dan actuators. Reasoner merupakan komponen yang akan memutuskan aksi apa yang akan dilakukan oleh agent. Wooldridge and Jennings (Wooldridge dan Jennings ,1995) seperti terdapat dalam (Wooldridge, 2002) mendefenisikan agent sebagai berikut :

An agent is a computer system that is situated in some environment, and that is capable of autonomous action in this environment in order to meet its design objectives.

Jadi dapat dikatakan bahwa agent pada dasarnya adalah suatu program komputer yang mempunyai sifat otonom, yang dapat berjalan pada platform atau sistem apapun, dapat berperilaku seperti manusia dan memungkinkan untuk bekerja sama dengan agent lain untuk mencapai tujuannya sendiri.

Referensi

Russel, S. dan Norvig, P., 2003, Artificial Intelligence A Modern Approach, Edisi 2, Prentice Hall, New Jersey.

Wooldridge, M., 2002, An Introduction To MultiAgent Systems, John Wiley and Sons Ltd, Inggris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: