Motivasi Ekaristi

Umumnya umat katholik rajin Misa setiap hari Minggu. Tetapi ada juga yang rajin Misa setiap hari. Hanya saja, saking rutinnya merayakan Misa Kudus, selalu ada godaan Misa asal jalan, sekali lagi ya karena rutinitas. Ada yang Misa karena demi kewajiban, demi tugas, atau sedang membutuhkan Tuhan mengingat besok ujian akhir, atau karena kangen ama Tuhan. Hari ini sebaiknya kita merenungkan motivasi kita mengikuti Misa Kudus.

Motivasi untuk mengetahui Misa semestinya bertolak dari keinginan untuk bersyukur. Bukankah Tuhan telah begitu baik kepada kita, keluarga kita. Kita diberi keluarga yang baik,  umat lingkungan dan parole yang baik. Kita diberi pekerjaan dan kawan – kawan yang baik. Kita merayakan ekaristi karena ingin bersyukur sekaligus mengenang karya penebusan Tuhan yang kini hadir dalam hidup kita. Dengan misa kudus, kita menerima berkat berlimpah dari Tuhan sendiri.

Sikap mana yang paling pantas kita buat untuk mengungkapkan rasa syukur tesebut? Ya marilah, untuk Misa kita tidak datang terlambat. Bagus sekali jika kita datang 30 atau 15 menit sebelum Ekaristi dimulai, agar kita masih sempat untuk berdoa pribadi. Jangan lupa kita matikan HP kita. Lalu kita duduk bersama dengan keluarga. Kalau mungkin kita juga saling sapa dan senyum kanan – kiri secara sopan sambil berbisik. Kita sempatkan pula untuk membaca teks Kitab Suci yang akan dibacakan nanti. Inilah persiapan – persiapan batin yang perlu dilakukan agar Ekaristi dapat dirayakan secara lebih bermakna dan berdaya buah.

(Renungan Bulan Maria dan Bulan Katakese Liturgi 2010)

Renungan diatas merupakan renungan pada teks misa Gereja St. Yohanes Rasul Pringwulung, Yogyakarta, Hari Minggu Biasa XIV,04 Juli 2010. Kenapa saya menulis ulang renungan ini dan memasukkan nya kedalam blog ini?Karena saya merasa renungan ini baik untuk dibagi kepada sesama umat Kriten khusunya dan kepada semua umat beragama pada ummnya. Jujur saja, sering kali saya merasa pergi ke Gereja adalah sebuah kewajiban dan rutinitas. Pada masa sekolah, tepatnya pada saat SMA, ke Gereja karena pada saat pelajaran agama, guru agama akan bertanya siapa yang tidak ke gereja. Jadi pergi ke gereja adalah sebuah ‘penyelamat’ agar tidak mendapat hukuman. Pada masa kuliah, tepatnya 3 tahun awal kuliah , bisa dikatakan tidak pernah ke gereja. Ke gereja hanya pada saat Natal dan Paskah. Praktis pada saat itu terasa kehidupan jauh dari baik – baik. Hingga akhirnya berhenti kuliah. Masuk tahun 2004, mulai kuliah baru, mulai ke gereja, dan terasa kehidupan mulai menjadi lebih baik. Akhirnya, puji Tuhan, sekarang ini motivasi saya kegereja sebagian besar adalah karena mau berterima kasih atas 1 minggu yang sudah lewat, atas hidup selama ini dan meminta berkat untuk minggu berikut dan hari – hari berikut. Ini makanya saya selalu menuggu hingga perayaan misa selesai. Saya percaya berkat Tuhan akan membawa keselamatan, paling tidak untuk seminggu, sehingga saya bisa datang lagi minggu berikutnya untuk bertemu Tuhan. 1 lagi kebiasaan saya adalah, mengikuti misa pertama,pagi hari. Setelah misa, akan terasa bahwa hari minggu itu menjadi cerah, terasa sekali Tuhan itu maha baik..

Salam damai..—JvmB –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: