Pentingnya karakter anak

“ Diperlukan waktu 3 bulan untuk membuat anak menjadi pintar dalam matematika, fisika dan lain – lain, akan tetapi dibutuhkan 15 tahun untuk membuat seorang anak mengantri….” Sebuah pernyataan yang pastinya mengundang pertanyaan. Begitu juga ketika saya pertama kali mendengarnya pada salah satu acara di metro tv. Pembawa acaranya bertanya “ kenapa dengan mengantri, bukankah itu hal sederhana ?” lalu dijawab narasumber : ada banyak falsafah dibalik sebuah tindakan mengantri. Dengan mengantri seorang anak belajar mengetahui haknya, melalui mengantri juga anak akan belajar menghargai dan tidak menyerobot hak orang lain, melalui mengantri anak belajar untuk berusaha dan pada akhirnya akan menemui keberhasilan..itulah beberapa hal yang dapat diperoleh dari mengantri, walaupun tampaknya hal ini begitu sederhana.. Selain itu ada hal lain yang saya dapat dari menonton acara itu selama kurang lebih 30 menit, pentingnya membangun karakter anak,dalam hal ini EQ (bukan IQ). Pentingnya mendidik emosi dan membentuk karakter anak sehingga anak menjadi pribadi yang berkarakter pemenang. Dengan karakter ini maka untuk menjadikannya cerdas dan pintar tidak sesulit jika anak hanya diajarkan “science” sejak kecil. Pada acara itu juga ada seorang ibu yang merasa kuatir karena anaknya pada sekolah TK diajarkan peningkatan EQ, sedangkan sekolah – sekolah SD sekarang ini untuk dapat masuk maka anak akan dites IQnya. Oleh narasumber dikatakan ibu tidak perlu kuatir karena anak tersebut akan dapat masuk dan bertahan disekolah tersebut.
Ternyata tulisan ini saya buat 4 tahun yang lalu…Saya tertarik merevisi dan menulisnya lagi karena selama 4 tahun tersebut banyak hal yang saya baca dan dengar seputer topik ini. Kebetulan kalo tidak salah sedang digiatkan pendidikan berbasis karakter. Kebetulan juga saya sempat ikut semacam pelatihan menyangkut karakter. Karakter itu dapat dibentuk dan dirubah *menurut yang bawa materi pada saat itu🙂 (tidak mudah tapi bisa sekali).
Perkembangan seputar industri dan dunia kerja selama beberapa tahun ini juga menarik. Semakin banyak industri kreatif yang berkembang dan menjanjikan. Menurut saya, pikiran anak – anak merupakan pikiran yang paling kreatif di dunia ini. Mereka penuh imajinasi dan impian..tanpa batas. Mereka berusaha mewujudkan imajinasi itu dengan cara yang mereka bisa (ketika memegang kayu dan menganggap itu adalah sebuah senjata hebat untuk melawan alien..dan masih banyak lagi..)
Tidak semua anak diberi berkat dengan kepintaran dalam hal ilmu pengetahuan, tapi setiap manusia, anak – anak khusunya memiliki kecerdasan dan kreatifitas yang tinggi. Bahkan orang dewasa kalah. Tanggung jawab orang tua, atau orang yang lebih tua untuk tetap menjaga dan memupuk hal tersebut sekaligus mendewasakan anak – anak itu dalam bersikap selama proses mereka bertumbuh dan berkembang.
hehehehe…lama – lama saya makin tertarik dalam bidang ini neh😛
#nong jenggot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: