E-Education

E-education, istilah yang turut meramaikan istilah – istilah e– lainnya yang telah ada sebelumnya. Sebut saja seperti e-mail, e-bussines, e-commerce, dll. Huruf e- pada istilah – istilah tersebut mewakili kata electronic. Contohnya e-mail = electronic-mail, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan surat elektronik. Istilah – istilah ini mulai bermunculan seiring dengan pemanfaatan teknologi internet pada berbagai aspek kehidupan sehari – hari. Jaman sekarang ini penggunaan e-mail untuk saling berkirim berita (surat) sudah sangat – sangat lumrah dan lazim. Penggunaan e-mail, mulai dari hal – hal yang bersifat santai seperti sekedar bertukar kabar, bertukar informasi, hingga yang serius seperti pengiriman data – data laporan yang menyangkut pekerjaan. Selain itu, pengusaha – pengusaha muda mulai memanfaatkan internet sebagai tempat memasarkan produknya. Dibandingkan dengan membuka toko, yang notabene akan semakin menambah modal dalam berusaha, mereka, para pengusaha ini lebih mamilih memajang produk – produknya dalam sebuah website/blog. Cerita – cerita diatas sedikit banyak sudah dapat menunjukkan betapa e-(electronic) telah merambah dan merubah pola – pola kehidupan pada jaman sekarang ini.

Perubahan – perubahan pola ini juga mulai merambah dunia pendidikan. Perubahan ini ditandai dengan munculnya istilah e-learning dan e-education. Perguruan tinggi – perguruan tinggi baik yang negeri maupun swasta mulai memanfaatkan internet dalam kegiatan – kegiatan kampus. Mulai dari pendaftaran mahasiswa baru hingga urusan nilai – nilai mahasiswa. Kampus – kampus inilah yang memulai “wabah” e-learning, dan mulai berkembang istilah – istilah digital campus, digital library, e-university. Semua istilah – istilah ini pada dasarnya menitikberatkan penggunaan internet/media elektronik sebagai sarana pendidikan dan pembelajaran.

E-Education

E-education(electronic – education) yang dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia menjadi pendidikan berbasis elektronik. E-education dapat diartikan sebagai pemanfaatan media – media elektronik dalam melakukan proses pengajaran dan pembelajaran. Penekanan pada e-education adalah media – media elektronik seperti komputer, televisi, radio, ohp, dan perangkat – perangkat elektronik lainya dalam menyampaikan materi pendidikan dan pembelajaran. Sekarang ini e-education sudah sangat erat kaitannya dengan internet, hingga mulai terjadi pergerseran makna dimana orang berpikir e-education adalah pemanfaatan internet dalam pendidikan. Tidak dapat dihindari bahwa perkembangan IT dan internet yang begitu pesat membawa e-education pada tingkatan yang baru pula. Siaran – siaran pendidikan pada salah satu stasiun televisi swasta, telah tergantikan dengan CD – CD tutorial. Buku – buku teks siswa/mahasiswa mulai beralih pada file – file pdf dan lainya yang dapat diperoleh lewat internet.

Internet juga membuka kesempatan bagi kita yang berdomisili di kupang untuk dapat berdiskusi, bertukar pikiran dengan orang – orang di daerah lain seperti jawa, sumatera, tanpa perlu kita harus ke pulau jawa dan sumatera. Transfer informasi khusunya pendidikan berjalan sangat cepat. Dokumentasi hasil penelitian di jawa, bahkan di belahan dunia manapun dapat dengan cepat dibaca dan digunakan oleh kita yang berada di kupang. Hal yang mempengaruhi kecepatan transfer informasi ini salah satunya kecepatan akses internet, baik untuk upload maupun download.

IT dalam E-Education

E-education tidak dapat dipisahkan dan erat sekali kaitannya dengan pemanfaatan IT. Information Technology atau teknologi informasi, memegang peranan penting sebagai sarana pendukung jalannya e-education. Mulai dari yang sederhana, seperti penggunaan komputer hingga teknologi bergerak seperti telepon genggam.

Pemanfaatan IT pada pendidikan tinggi dapat dimulai dengan adanya fasilitas bagi mahasiswa untuk mengakses materi – materi kuliah. Keterbatasan waktu tatap muka antara dosen dan mahasiswa dapat disiasati dengan menyediakan materi kuliah pada  situs/blog, agar para mahasiswa dapat dengan mudah mengaksesnya. Untuk hal ini para dosen dan pengajar dituntut untuk aktif menulis dan mengupdate selalu situs/blog miliknya. Selain materi kuliah, sudah selayaknya kampus memiliki suatu sistem informasi yang menyimpan segala informasi kampus dalam suatu sistem database yang dapat diakses oleh mahasiswanya sendiri. Sistem ini biasa disebut dengan Sistem Informasi Akademik (SIA). Sekarang ini keberadaan SIA sudah menjadi kebutuhan dasar baik bagi mahasiswa maupun kampus itu sendiri.

Pada jenjang pendidikan yang lebih rendah, semisal SMU dan SMP, pemanfaatan IT dapat dimulai dengan mengintegrasikan data – data siswa, guru, kurikulum kedalam suatu database(SIA). Pemanfaatan SIA pada SMU, SMP bahkan SD, memiliki keuntungan selain mempercepat proses dalam administrasi, juga dapat memperkenalkan siswa pada pemanfaatan teknologi khusunya komputer. Harapannya adalah siswa menjadi terbiasa memanfaatkan IT dalam kegiatan belajarnya dikemudian hari. Dalam materi pendidikan, pelajaran – pelajaran seperti fisika, kimia, untuk mempermudah siswa mempelajarinya dapat dibuatkan simulasi – simulasi yang mendukung. Program/software yang mendukung untuk membuat simulasi ini sudah sangat banyak. Penggunaan simulasi dimaksudkan agar siswa menjadi tertarik dan lebih cepat menangkap materi yang disampaikan. Pemanfaatan lab komputer pada setiap sekolah labih digiatkan. Lab komputer dapat digunakan bukan hanya untuk pelajaran komputer saja, melainkan dapat saja digunakan untuk pelajaran yang lain seperti matematika, IPA atau geografi dan lainya. Bayangkan ketika pelajaran geografi, para siswa berhadapan dengan monitor komputer yang berisi gambar peta suatu daerah. Ketika ia mengerakan mouse, maka simulasi peta tersebut menampilkan sejumlah informasi mengenai daerah yang ditunjuk. Hal ini tentu akan menarik perhatian sang anak.

Hambatan dan peluang

Secara umum pelaksanaan e-education memiliki beberapa hambatan. Hambatan utama adalah sumber daya. Baik sumber daya manusia maupun sumber daya alat. Kurangnya sumber daya manusia yang dapat membuat dan merawat(maintenance) sistem e-education yang dibuat. Selain itu ketersediaan sarana pendukung (sumber daya alat) yang kurang memadai dan ketidaksiapan dari pelaku pendidikan baik pendidik maupun peserta didik dalam bertransmigrasi dari sistem pendidikan konvensional ke e-education.

Hambatan – hambatan diatas tentunya akan dihadapi juga ketika e-education ingin diterapkan pada dunia pendidikan di kota kita, kupang. Namun, jika melihat perkembangan dunia pendidikan kota kupang  saat ini, timbul harapan bahwa kita bisa dan mampu untuk melakukan ini. Atau bahkan sudah ada beberapa sekolah dan kampus yang menjalankan e-education. Harapan ini timbul karena melihat kampus – kampus yang membuka jurusan komputer, bahkan ada SMK yang berfokus pada keahlian IT. Sumber daya alat sudah tersedia, dari pengamatan saya, saya melihat sebagian sekolah sudah memiliki laboratorium komputer.  Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan sarana yang sudah dimiliki ini. Kedua faktor pendukung dan peluang ini dapat digunakan untuk mengatasi hambatan ketidaksiapan dari pelaku pendidikan. Seiring berjalannya waktu maka tranformasi pendidikan konvensional menuju e-education pasti terjadi. Mari mencoba dan menjalani proses perubahan ini, niscaya dari tidak siap akan menjadi siap karena biasa.

Mari kita bersama memajukan dunia pendidikan di kota kita tercinta ini. “Buku adalah jendela dunia”, pepatah ini telah bergeser “ Internet adalah mata kita terhadap dunia luar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: