AGENT CERDAS DAN GAME KOMPUTER

Abstrak

Perkembangan hardware, software komputer dan bidang kecerdasan buatan telah membawa game komputer pada tingkatan yang lebih tinggi. Keberadaan game komputer bukan hanya merupakan suatu “permainan” saja melainkan sudah menjadi barometer perkembangan komputer itu sendiri. Keberadaan Non Player Character (NPC) dalam suatu game komputer merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan game itu menarik atau tidak. Konsep agen cerdas merupakan salah satu model yang digunakan dalam membuat NPC. Sifat autonomous dari agen cerdas merupakan keunggulan dalam memodelkan suatu NPC. Agen cerdas dapat menghasilkan NPC yang realistis.

Kata kunci : NPC, intelligent agent, computer game, BDI agent

Pendahuluan

Game komputer merupakan salah satu produk software yang paling banyak digunakan oleh user komputer. Game komputer telah menjadi bagian dari aktivitas sehari – hari manusia. Perkembangan teknologi komputer, baik itu hardware maupun software, turut mempengaruhi perkembangan game komputer. Game dengan gambar 2 dimensi dan cuma berwarna hitam putih telah beralih menjadi game tiga dimensi yang realistik.

Peningkatan dan pengembangan game komputer bukan hanya pada sisi graphic saja. Peningkatan juga meliputi dari sisi cerita dan Non Player Character (NPC). NPC merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu game komputer modern. Keberadaan NPC dapat membuat user(pemain) menjadi penasaran dan terus memainkan game tersebut. Dengan berkembangnya bidang kecerdasan buatan (AI:artificial intelligence) turut mempengaruhi perkembangan model NPC game komputer.

Tulisan ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana konsep agen cerdas (Intelligent Agent) dapat mengakomodasi kebutuhan akan NPC yang semakin realistis.

Agen Cerdas

Russel dan Norvig(Russel dan Norvig, 2003) mendefinisikan agent sebagai sesuatu yang menerima input dari lingkungan tempat dia berada melalui sensors dan melakukan aksi terhadap input yang diterima melalui actuators.

Wooldridge and Jennings (Wooldridge dan Jennings ,1995) seperti terdapat dalam (Wooldridge, 2002) mendefenisikan agent sebagai berikut :

An agent is a computer system that is situated in some environment, and that is capable of autonomous action in this environment in order to meet its design objectives.

Berdasarkan defenisi diatas maka agen dapat digambarkan sebagi suatu sistem/program yang selalu menerima input dari lingkungannya dan bertindak sesuai keadaan dari lingkungannya, semua tindakan yang dilakukan agen bersifat otonom tanpa campur tangan dari user/pihak lain.

Penerapan agen cerdas dalam game paling banyak digunakan untuk membuat Non Player Character(NPC). NPC adalah karakter yang bergerak secara mandiri/otonom. Perilaku NPC diharapkan bervariasi agar game menjadi lebih relistik.

Non Player Character

Non player character atau yang biasa disebut NPC merupakan karakter dalam suatu game atau simulasi yang perilakunya tidak dapat dikendalikan oleh user. Contoh yang paling banyak ditemui dalam suatu game adalah musuh yang dihadapi ketika bermain game. Keberadaan NPC seringkali menjadi faktor yang menyebabkan user memainkan game tersebut terus – menerus.

Banyak teknik yang digunakan untuk membuat NPC yang dapat berperilaku realistis dan bervariasi. Salah satu teknik yang paling banyak digunakan adalah Finite State Machine(FSM). Kelebihan utama dari FSM adalah implementasi yang mudah dan hasil yang cukup memuaskan pada tingkat tertentu. Kelemahannya adalah perilaku yang dihasilkan akan cenderung sama. Hal ini dapat menyebabkan pemain dapat memprediksi perilaku dari NPC dan game akan membosankan. Dalam perkembangannya, seiring dengan perkembangan paradigma agen, maka NPC pun mulai dibangun dengan konsep agen. Simulasi dan game menjadi salah satu area penelitian dan penerapan dari konsep agen(romy, 2001).

Berikut ini salah satu hasil penelitian yang menggunakan agent, khususnya agent BDI dalam membuat NPC.

Contoh Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh Patel dan Hexmoor dengan paper berjudul “Designing BOT’s with BDI Agents(Patel dan Hexmoor, 2009). Agent BDI digunakan untuk menghasilkan BOT (NPC) pada game komputer Counter Strike. Bot yang dihasilkan memiliki 4 karakteristik dasar dari agent yaitu autonomy, proactiveness, reactiveness dan social ability. Selain itu bot juga didesain memiliki kemampuan menjalankan dua tugas secara simultan. Tugas pertama adalah melakukan pengamatan terhadap keadaan lingkungannya dan tugas kedua bertanggung jawab dalam proses penalaran dan pengambilan keputusan. Penelitian ini berhasil menghasilkan bot yang dapat bertindak seperti manusia dan dapat menjalankan strategi permainan yang bervariasi.

Kil-Sang dan Won-Hyung dalam paper berjudul “An Intelligent Non Player Character based on BDI Agent(Kil-Sang dan Won-Hyung, 2008) membuat Non Player Character (NPC) berdasarkan konsep agent BDI. NPC yang dibuat juga dilengkapi dengan kemampuan sosial, NPC memiliki kemampuan untuk mengingat musuh dan teman. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan NPC yang dapat memberikan informasi dan pengalaman belajar kepada pemain(manusia) melalui dialog antara NPC dan pemain. Informasi ini nantinya akan diperlukan pemain untuk menyelesaikan sejumlah misi dalam game. Penelitian ini juga melakukan perbandingan dengan beberapa metode NPC yang sudah ada. Metode yang digunakan sebagai pembanding adalah Static NPC pada game Diablo II, Semi Dynamic NPC pada game World of Warcraft dan FSM pada game Neverwinter Nights. Hasil dari percobaan menunjukkan NPC BDI berhasil membentuk NPC yang realistis, memiliki perilaku otonom, proaktif, reaktif sekaligus NPC memiliki kemampuan mengingat musuh dan teman.

Kesimpulan

Suatu game komputer akan menjadi menarik dan tidak membosankan jika memiliki NPC yang berperilaku realistis dan tidak monoton. Agent cerdas merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk membuat NPC. Kelebihan utama dari agent cerdas adalah sifatnya yang reaktif dan otonom. Sehingga dapat menghasilkan perilaku NPC yang tidak monoton, sesuai dengan keadaan lingkungan “environment” tempat agent tersebut berada.

Daftar Pustaka

Kil-Sang, Y. dan Won-Hyung, L., 2008, An Intelligent Non Player Character based on BDI Agent, Fourth International Conference on Networked Computing and Advanced Information Management(NCM’08), hal 214 – 219, Gyeongju, Sept 2008.

Wooldridge, M., 2002, An Introduction To MultiAgent Systems, John Wiley and Sons Ltd, Inggris.

Russel, S. dan Norvig, P., 2003, Artificial Intelligence A Modern Approach, Edisi 2, Prentice Hall, New Jersey.

Patel, P. dan Hexmoor, H., 2009, Designing BOT’s with BDI Agents, International Symposium on Collaborative Technologies and Systems(CTS’09), hal 180 – 186, Baltimore, 2009

Wahono, R.S., 2001, Multi Agent Systems: Issues, Approaches and Challenges, IECI Japan Refreshing Seminar 2001 (IJRS-2001), http://ilmukomputer.com, tanggal akses : 6 mei 2011 10:00.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: